Membedakan Kebutuhan dan Keinginan

Membedakan Kebutuhan dan Keinginan – Sehari-hari, bagaimana kita menakar sebuah pengeluaran, apakah jadi sesuatu yang konsumtif, atau bernilai investasi?Bagaimana melabelkan sebuah pos pembelanjaan sebagai NEED (kebutuhan, yang hampir wajib sifatnya dan bersifat fungsional) ataukah WANT (keinginan, yang ‘sunnah’ dan bersifat emosional).
Meski teorinya terlihat mudah, aktivitas penyamaan persepsinya bisa sangat seru dan berpanjang argumen

Apakah menyekolahkan anak di sekolah terbaik sebuah NEED atau WANT?Bagaimana dengan menyiapkan kendaraan khusus antar jemput anak bersekolah? Bagaimana pula dengan ruang khusus baca untuk keluarga berikut koleksi buku-bukunya? Demikian seterusnya hingga keputusan membeli produk keuangan, di bank mana, TV layar datar, komputer, hiasan dinding, hingga sepatu dan sandal untuk anak-anak.

Persoalan membedakan NEEDS & WANTS adalah area soft skill dan berada di ranah kecerdasan mental. Bagaimana kita membelanjakan uang adalah hasil didikan, contoh yang kita lihat di lingkungan dan persepsi tentang uang itu sendiri. Ketika menikah, suami dan istri membawa pandangannya sendiri. Oleh sebab itu perlu banyak kompromi dan kesepakatan.

Tanpa visi keluarga yang sama, bagaimana mencari acuannya? Tanpa kesamaan pandangan, keputusan membeli buku gambar bisa jadi pemicu pertengkaran. Apalagi jika sampai harus memutuskan jenis investasi, apakah saham, deposito, emas, reksadana atau properti.

Maka bangunan rumah tangga yang kuat dengan ditopang pilar finansial yang kokoh, sejatinya harus berangkat dari kesamaan pandangan, karena akar ini yang akan mengarahkan upaya untuk mewujudkan rencana dan visinya yang paripurna: membawa keluarga yang bahagia di dunia dan di surga.

Leave a Reply

%d bloggers like this: