My Study

Sutrisno – itulah nama kecil hingga sekarang. Menyelesaikan Sekolah Dasar di sekolah yang berada dipelosok desa jauh dari keramaian. Perjuangan setiap pagi mengayuh sepeda dengan semangat menuju sekolah demi impian sebuah cita-cita. Sekolah Dasar Negeri 2 Senawar Jaya menjadi saksi perjalanan saya menempuh ilmu selama 6 tahun. Alhamdulillah sejak kelas 3 SD hingga tamat meraih juara 1 dikelas. Pada saat SD inilah saya bermimpi dan berkeinginan sekolah di SMA favorit seperti anak dari ibu kepala sekolah.

Setelah tamat dari SD, drug saya menginginkan masuk ke MTs. Namun nasib berkata lain, patient saya diterima di SMP Negeri 1 Bayung Lencir. SMP yang bergengsi di kota kecamatan saat itu. Disini bertemu dengan teman-teman baru yang berasal dari sekolah sekolah dasar di kecamatan Bayung Lencir, bahkan ada yang dari luar kota. Persaingan terasa berat, peringkat kelas tidak sebagus SD dahulu. Tapi kemauan saya tinggi untuk bisa bersaing dengan teman-teman, akhirnya kelas IX saya bisa mendapatkan predikat juara umum SMP Negeri 1 Bayung Lencir. 3 Tahun sudah berlalu dan saya tamat dari SMP Negeri 1 Bayung Lencir dengan predikat 8 nilai UAN terbaik di SMPN 1 Bayung Lencir saat itu.

Akhirnya saya mendapatkan kesempatan untuk mewujudkan cita-cita saya sekolah di SMA Unggulan dikota kabupaten. Kesempatan untuk bisa bersekolah di SMA Favorit tidak akan saya sia siakan begitu saja, bersama 3 orang teman, kami didaftarkan oleh kepala SMP untuk mengikuti tes masuk SMA Negeri 2 Sekayu. Perlu diketahui bahwa SMA Negeri 2 Sekayu adalah SMA Favorit di kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Sekolah ini merupakan sekolah unggulan, pada tahun 2007 mendapatkan gelar RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional) yang memberikan sekolah gratis tanpa biaya sedikitpun hingga tamat.

Saya harus bersaing dengan calon siswa dari berbagai kota, waktu itu tak kurang dari 500 calon siswa siap bersaing demi mendapatkan 120 kursi di SMA itu. Karena kuota tiap tahun hanya menerima siswa baru sebanyak 120 siswa, seleksi pun sangat ketat dan sangat transparan terhadap hasil nilai. Alhamdulillah 2 tahap seleksi pertama (Fisik dan Bahas Inggris) bisa saya lalui berkat pertolongan Allah yang telah memudahkan saya. Kini menyisakan satu tahap lagi, yaitu ujian tulis. Ujian pun dilaksanakan dan siang itu pula dilakukan koreksi terhadap smua jawaban calon siswa. Saat-saat mendebarkan bagi semua calon siswa datang, semua calon siswa berkumpul di kantin sekolah untuk menyaksikan pengumuman. Mata naik turun mencari nama Sutrisno. Alhamdulillah saya ada diurutan 8 dari 120 siswa yang diterima, puji syukur kepada Allah SWT. Saat itu urutan 1 ditempati oleh teman dekat saya, dan sekarang dia kulaih di ITB Bandung. Saat itu urutan 1 sampai 7 berasal dari luar kabupaten Musi Banyuasin, tepatnya dai kota Palembang.

Saat itu, saya resmi diterima dan menjadi bagian dari keluarga besar SMA Negeri 2 Sekayu. Senang dan bersyukur sekali bisa sekolah disana. Mungkin yang saya dapatkan di SMA ini tidak didapatkan di SMA lain. Teman teman yang baik, fasilitas dan suasana yang kondusif membuat saya nyaman berada disana. Selama di SMA, saya aktif di Olimpiade komputer dan mengikuti lomba Schematic yang diadakan oleh ITS pada tahun 2009, walaupun belum maksimal tapi saat itu berhasil masuk Final dan bertemu dengan orang orang sangat hebat di ITS. Karena itu, keinginan kuliah di ITS pun muncul.

3 Tahun berlalu, ITS saat itu menjadi target saya selanjutnya. Jurusan Teknik Informatika adalah impian saya, ternyata saat itu ITS memberikan kuota 2 orang untuk SMA Negeri 2 Sekayu. Kami saling rebutan kursi untuk bisa menjadi bagian dari ITS. Tapi, nasib berkata lain. Kuota 2 orang sudah diisi oleh orang lain. Saya pun akhirnya mendaftarkan diri di Universitas Brawijaya pada jurusan D3 Teknologi Informasi. Alhamdulillah saya diizinkan oleh Allah untuk menjadi bagian dari keluarga Universitas Brawijaya. Di Universitas inilah saya menuntut ilmu dan mendalami dunia IT.

Saya sebagai pendiri Garoogroup (yang terdiri dari garooskin, garoomediagarooshop)  dan yabeli.com (masih dalam rancangan). Kini saya menjalani kegiatan sehari hari sebagai seorang mahasiswa di Universitas Brawijaya dan mencari segudang nasi untuk kedua orangtua.

Leave a Reply

%d bloggers like this: